Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juni 2012

Anak Berkebutuhan Khusus


Definisi Anak Berkebutuhan Khusus menurut Para Ahli

  • Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki perbedaan dalam beberapa dimensi penting dari fungsi kemanusiaannya. Mereka adalah yang secara fisik, psikologis, kognitif, atau sosial terhambat dalam mencapai tujuan/kebutuhan dan potensi secara maksimal sehingga memerlukan penanganan yang terlatih dari tenaga profesional. (Suran dan Rizzo, 1979)
  • Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang membutuhkan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiaannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan kebanyakan anak lainnya. (Mangunsong, 2009)
Perbedaan ABK dan yang bukan ABK :
ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, fisik, dan neuromuskular, perilaku sosial dan emosional, kemampuan berkomunikasi, ataupun kombinasi dua atau lebih dari berbagai hal tersebut.

Pendidikan khusus/luar biasa adalah instruksi yang di desain khusus untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari siswa berkebutuhan khusus.
Tujuan utama dari pendidikan khusus adalah menentukan dan menitikberatkan kemampuan siswa berkebutuhan khusus.
Siswa berkebutuhan khusus adalah mereka yang memerlukan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan kebanyakan anak lainnya.

Berbagai istilah yang berkaitan dengan ABK :
  1. Disability, menunjukkan berkurang atau hilangnya fungsi organ atau bagian tubuh tertentu. Biasanya istilah ini digunakan secara bergantian dengan "impairment"
  2. Handicap, merupakan masalah atau dampak dari kerusakan (disability atau impairment) yang dialami oleh individu ketika berinteraksi dengan lingkungan.
Tujuan Pendidikan Khusus :
  1. Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi
  2. Mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai anggota masyarakat
  3. Mempersiapkan siswa untuk dapat memiliki keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja
  4. Mempersiapkan anak didik dan siswa untuk mengikuti pendidikan lanjutan
Model Penyelenggaraan Pendidikan Khusus :

A. Segresi
  • Anak berkebutuhan khusus belajar dalam lingkungan yang berisi anak-anak berkebutuhan khusus juga.
  • Jenisnya dapat berupa TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMLB
  • Kelemahannya : sering berfokus pada apa yang tidak bisa dilakukan anak, sehingga dapat menimbulkan masalah .
  • Konsep diri : anak cenderung terisolasi sehingga kehilangan teman sebaya dan belajar tentang perilaku  dan keterampilan yang tepat
B. Integrasi
  • Anak berkebutuhan khusus diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak normal di sekolah reguler.
  • Bentuknya bermacam-macam :
          -  Integrasi dalam acara-acara tertentu
          -  Berada dalam satu kompleks sekolah namun dengan gedung dan jadwal yang berbeda
          -  Memiliki jadwal istirahat yang sama tetapi tidak ada kegiatan bersama
          -  Anak belajar di kelas khusus dulu, setelah dianggap siap maka dipindahkan ke kelas reguler
          -  Anak ditetapkan di kelas reguler tetapi dengan perhatian yang disesuaikan dengan kebutuhannya
          -  Belajar di kelas khusus dan sesekali bergabung dengan kelas reguler untuk mata pelajaran tertentu.
C. Inklusi
  • Staub dan Peck (1995) mengemukakan bahwa pendidikan inklusi adalah penempatan anak berkelainan tingkat ringan, sedang, dan berat secara penuh di kelas reguler.
  • Sapan dan Shevin menyatakan bahwa pendidikan inklusif sebagai sistem layana pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan dilayani di sekolah-sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya.
  • Oleh karena itu, ditekankan adanya restrukturisasi sekolah, sehingga menjadi komunitas yang mendukung pemenuhan kebutuhan khusus setiap anak, artinya kaya dalam sumber belajar dan mendapat dukungan dari semua pihak, yaitu para siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitarnya.
Diagnosis atau Pelabelan Keluarbiasaan
Dampak Positif : memungkinkan anak mendapat perlakuan dan penerimaan yang tepat dari lingkungan
Dampak Negatif : dapat membuat lingkungan memandang anak secara negatif, begitu juga anak memandang dirinya sendiri.

Jenis Sekolah Luar Biasa (SLB)

1.  SLB A : untuk Tuna Netra
     Persyaratan : keterangan dari dokter mata, umur sebaiknya 3-7 tahun dan tidak lebih dari 14 tahun.

2.  SLB B : untuk Tuna Rungu
     Persyaratan : keterangan dari dokter THT, umur sebaiknya 5-11 tahun.

3.  SLB C : untuk Tuna Grahita, IQ = 50-75
           C1 : untuk Tuna Grahita, IQ = 25-50
     Persyaratan : keterangan IQ dari psikolog, keterangan dari sekolah akhir dan umur
     sebaiknya 5,5-11 tahun. 

4.  SLB D : untuk Tuna Daksa dengan IQ normal
           D1 : untuk Tuna Daksa dengan IQ < normal
     Persyaratan : keterangan dokter umum, ortopedi dan syaraf, keterangan psikolog,
     umur 3-9 tahun

5.  SLB E : untuk Tuna Laras
     Persyaratan : anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri atau pernah melakukan
     kejahatan, umur antara 6-18 tahun.
          
6.  SLB G : untuk Tuna Ganda
     Persyaratan : keterangan dari dokter dan psikolog.

Kamis, 26 April 2012

Definisi Inteligensi menurut Para Tokoh


Inteligensi itu bagaikan listrik, gampang untuk diukur tapi hampir mustahil untuk didefinisikan.
- Crider dkk, 1983
  1. Inteligensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. - Santrock
  2. Alfred Binet, Inteligensi terdiri dari tiga komponen :
    - kemampuan untuk mengarahkan fikiran atau tindakan
    - kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tersebut telah dilaksanakan
    - kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan autocriticism 
  3. Galton, ada dua karakteristik yang hanya dimiliki orang yang berinteligensi tinggi, yaitu ;
    - Energi atau kemampuan untuk bekerja
    - Kepekaan terhadap stimulus fisik
  4. Mengembangkan bentuk skala pengukuran inteligensi yang banyak mengukur kemampuan fisik seperti kekuatan tangan menekan dinamometer, kecepatan reaksi, kemampuan persepsi mata, dsb. - Catell
  5. Inteligensi sebagai kemampuan seseorang untuk berfikir secara abstrak. - L.H. Terman
  6. Inteligensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang langsung dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang. - H.H. Goddard
  7. V.A.C. Henmon : Inteligensi terdiri atas dua faktor, yaitu :
    - Kemampuan untuk memperoleh pengetahuan
    - Pengetahuan yang telah diperoleh
  8. Inteligensi adalah kemampuan dalam memberikan respon yang baik dari pandangan kebenaran atau fakta. - Thorndike
  9. Inteligensi sebagai kumpulan kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berpikir secara rasional serta menghadapi lingkungannya dengan efektif. - Wechsler
  10. Walter & Gardner : Inteligensi sebagai suatu kemampuan atau serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi eksistensi suatu kebudayaan tertentu.
  11. Stenberg dkk : Melakukan penelitian dengan mencoba melihat bagaimana pengertian orang awam mengenai inteligensi dan membandingkannya dengan batasan-batas dari para ahli.
  12. Inteligensi merupakan perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian. - K. Buhler
  13. Inteligensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru. - Claparde dan Stern

Senin, 02 April 2012

Pendidikan Anak Pra Sekolah

March, 30th 2012

Apa yang dilakukan anak-anak pada usia pra-sekolah?

  • bermain-main, berantem, menangis
  • diberikan pendidikan anak usia dini (paud)
  • bernyanyi
  • belajar mengenal lingkungan sekolah
Ruang Lingkup Anak Usia Dini
  1. Bayi                               (lahir - 12 bulan)
  2. Toddler                          (1 - 3 tahun)
  3. Pra-Sekolah                   (3 - 6 tahun)
  4. Awal SD                        (6 - 8 tahun)
Tokoh-tokoh :

Friedrick Foebel (1837) membuka sekolah Taman Kanak-Kanak pertama di Jerman dan disebut sebagai Ayah Pendidikan Anak Usia Bayi. Hal ini menyatakan bahwa bukan suatu keanehan jika ada laki-laki yang menjadi guru TK. Tapi saat ini seolah-olah aneh jika ada guru TK seorang laki-laki, karena biasanya guru TK adalah perempuan padahal yang pertama kali menciptakan TK adalah laki-laki.
     Pendidikan taman kanak-kanak perlu mengikuti sifat anak, serta bermain-main merupakan suatu metode dari pendidikan dan cara dari anak untuk meniru kehidupan orang dewasa dengan wajar. Misalnya saja bermain petak umpet, ada beberapa hal yang didapat dari permainan ini, diantaranya ;

  • kebersamaan dengan teman-temannya
  • usaha untuk mencari temannya yang bersembunyi
  • gerakan motorik halus yang didapat dari permainan tersebut
     Guru yang bertanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan sehingga anak menjadi kreatif dan akan meyumbangkannya kepada masyarakat. Model rancangan sekolah Foebel dikemudian hari memengaruahi rancangan sekolah di seluruh dunia. (Patmonodewo, 2003)

John Dewey tokoh yang memengaruhi pendidikan di Amerika. Teori Dewey mengenai sekolah disebut sebagai "progressivism" yang lebih menekankan pada anak didik dan minat anak daripada mata pelajaran sehingga muncullah istilah 'child centered curriculum' dan 'child centered school'.
Jadi, jika anak itu minat dengan musik maka fokuskan ia dengan musik dan begitu juga dengan minat lainnya.
       Gerakan progressive tersebut mempertahankan bahwa sekolah sebaiknya mempersiapkan anak guna menghadapi kehidupan masa kini bukan masa yang akan datang yang belum jelas. Misalnya dalam kemandiriannya dan kemampuan dalam mengeluarkan pendapat hingga anak menjadi lebih percaya diri.
       Dewey menganggap bahwa belajar adalah kegiatan yang bercorak sosial. Tapi saat ini dengan kemajuan teknologi yang makin berkembang, anak menjadi lebih sering bermain sendirian dirumah dengan sarana-sarang berupa video games sehingga kemampuan bersosialisasinya jadi lebih kurang.

Montesorri : bagaimana mengembangkan dan mengoptimalkan indra-indranya agar belajarnya lebih maksimak. Dan lebih memandang bahwa persepsi anak terhadap dunia sebagai dasar dari ilmu pengetahuan.       Tapi gagasan Montesorri ini dikritik karena kurang mementingkan sosial, dan biayanya yang mahal.

Ki Hajar Dewantara banyak dipengaruhi oleh Foebel dan Montesorri. Ciri khas teorinya yaitu budi pekerti dan sistem among. Bentuknya bukan mata pelajaran, tetapi menanamkan nilai, martabat kemanusiaan, nilai moral watak, dan pada akhirnya pembentukan manusia yang berkepribadian.

       Pendidikan anak pra sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi, pengetahuan dan keterampilan yang melandasi pendidikan dasar serta megembangkan diri secara utuh sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin seumur hidup.
       Pada masa TK, seharusnya anak diajarkan bagaimana agar ia memiliki motivasi untuk membaca, minatnya untuk menulis, dan bagaimana agar ia suka belajar. Sementara saat ini tidak lagi seperti itu. Beberapa SD ingin agar anak sudah bisa membaca saat masuk SD. Berdasarkan penelitian, anak yang sudah sejak dini bisa membaca dan menulis maka pada usia 8 tahun kemampuan kosakatanya akan berkurang.

Hakekat Anak Usia Dini

  • Usia dari lahir - 8 tahun
  • Proses tumbuh dan kembangnya bersifar unik
  • Proses tumbuh dan kembang diarahkan pada peletakan dasar yang tepat
Tujuan utama PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) :
      membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral, dan agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis, dan kompetitif.

Perkembangan Kapasitas Inteletual :
  • 50% pada usia 4 tahun
  • 80% pada usia 4 - 8 tahun
  • 100 % hingga usia 18 tahun



P.S : masih banyak yang gak sempat aku tulis :(