Rabu, 10 Agustus 2016

Tahun 2016

Sudahkah kamu menuliskan kisah hidup di tahun ini dengan baik?
Sudahkah kamu membungkusnya dengan rapi?
Bila mana kamu ingin melihatnya kembali di lain tahun.
Tahun ini telah menorehkan bumbunya dalam tiap kehidupan di muka bumi.
Sebagian kita akan mengingat tahun ini dengan lekat.
Sementara sebagiannya lagi akan melewatkan tahun ini seperti tahun-tahun yang lain.
Yang mana pun itu, "kita telah berusaha dan melakukan yang terbaik".
Meskipun banyak penyesalan, paling tidak cobalah untuk memuji diri sendiri dengan semua perjuangan yang telah dilakukan.
Mulai saat ini hanya akan ada penantian menjelang akhir tahun dan awal tahun.
Menanti kejutan-kejutan yang tak ada di tahun ini.
Lalu berharap menjadi individu yang lebih baik dan bermanfaat dalam banyak hal.

Rabu, 29 Juni 2016

Mimpi

Ada masa ketika mimpi terasa begitu nyata.
Sosok yang tak dikenal menjadi orang yang paling dibutuhkan. Hingga kekesalan timbul ketika bertemu pagi, karena perpisahan yang datang tiba-tiba. Berniat mengingat sosok itu selalu tetapi apa daya ketika ia terlupakan seiring matahari yang mulai terbenam.
Malam kembali menyapa hingga hati berharap akan menemukan sosok itu lagi ketika terlelap. Siapakah ia yang selalu dirindukan?
Tak ada jawaban.

Senin, 27 Juni 2016

24 hours awake

Pagi ^^

Aku rasa aku tidak dalam kondisi yang cukup baik untuk menyapa cause I dont feel awesome after staying awake a whole night. Buruknya lagi, ni badan gak ada niat pengen tidur. Ngerasa ngantuk pun enggak. So here I am, browsing on internet not really sure what am I looking for.

Senin, 30 Maret 2015

Berburu Matahari Terbenam (#sunset)

Balik ke kampung halaman yang dalam artian 'bukan lahir di sini tapi udah lama di sini', that kind of place. Aku memutusukan buat nyari hiburan sendiri, dan entah sejak kapan (mungkin setelah pertualangan di Mesir) #sunset jadi sesuatu yang mesti dicari di setiap tempat. Well, aku rasa ini pengaruh seorang teman haha.
Hal ini juga karena udah kelamaan mengasingkan diri di rumah yang herannya emang suatu hal yang aku suka, akhirnya aku maksa buat menemukan #sunset!!! Perburuan yang banyak menghasilkan hal konyol dan hampir naas di jalan karena kecerobohan yang juga konyol.
Awalnya #sunset hanya menjadi cadangan dari rute jalan-jalan sore itu, Sabtu. Karena keadaan kota ini yang begitu panas, perjalanan yang harus dimulai jam 3 jadi nya diundur karena beberapa hal. Seperti:....
Si kakak udah datang, siap-siap mau pergi. Tapi aku nya baru selesai nyalon kelinci (maksudnya, menggunting sedikit bulunya yang terlalu kotor menurutku). Maka aku bersiap-siap secepat yang aku mampu dan menyambar apa yang terlihat di depan mata, salah satunya adalah jeket bewarna pink yang sangat pink. Saat mencari sisir di kamar adik dimulai lah percakapan yang hampir tak masuk akal.
He : ngapain ko pake baju warna pink?!
Me : ngapa emangnya?
He : kayak anak alay!
Me : *tertohok* emangnya warna pink warna anak alay? *udah mulai belepotan ngomongnya* eh, emangnya anak alay pakek baju warna pink?! *keluar banting pintu, masuk kamar sendiri*
Me : kak, aku dibilang alay karena pake warna pink! *langsung ganti jeket merah yang masalahnya itu jeket kulit kayak pembalap atau kayak rockstar itu!*
Me :  kalo sekarang? *nunjukin jeket merah ke adek, dan dia nya diam aja* seriuslah!
He : iya kau tau pake warna pink di kota macam gini, siang-siang terik pulak naik motor, apa gak iya alay. kalau ko ke mall, pake jeket pink tadi tak apa!

Entah bagaimana akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan jeket merah yang begitu, dan berfikir tak akan cocok kalau keluar pakai jeket ini dan pakai motor metik. Dengan itu, keluarlah kami pakai FU, yang sebenarnya gak akan nyaman dibawa atau buat boncengan karena penumpangnya pasti bakal merosot ke depan tiap kali ngerem yang buat si kakak merepet-repet terus sepanjang jalan. Tapi toh kami tetap pergi.
Udah selesai ke sana-sini, maka aku mulai merengek mau nyari #sunset. Yang buat si kakak bersikeras kalo di sini gak ada #sunset, "emang ko pikir ini di mana sampe ada #sunset? Gak ada apa-apa di sini!" Yah, namanya aku keras kepala tetap maksa, toh aku yang bawa motor, tapi lama-lama pegal juga pake kopling, mana tu motor udah rusak kali, selalu mati di tengah jalan. Belum lagi jadi tontonan di tengah lampu merah karena sibut teriak aja.
Si kakak bilang kalau mau cari #sunset harus ke tanah lapang yang memutuskan aku membawa kami berdua ke daerah ladang ubi yang banyak juga terdapat lapangan sepak bola di antaranya, tapi tak banyak tempat yang bisa dijadikan tempat untuk benar-benar mendapatkan #sunset. Si kakak udah ngajak pulang aja, sehingga kami memutar. Dalam perjalan pulang, di sana lah kami hampir berjumpa naas.
Oke, jalanan sepi. Aku mulai bawa motornya pelan-pelan karena tangan udah capek banget bawa tu motor.  Sambil menikmati matahari sore, entah gimana aku ngelepas tangan kanan dari gas yang mengakibatkan motor itu hilang arah dan berliuk-liuk tak menentu sehingga aku merosot makin ke depan begitu juga dengan kakak. Kaki kami menggapai-gapai ke aspal jalan berharap bisa tetap mempertahankan diri dari jatuh ke aspal yang kasar. Tangan kanan aku udah jatuh nyampe ke depan lampu karena badan aku sendiri udah menghimpit kepala motor, berusaha mencari rem yang bodohnya malah aku menggapai-gapai kopling pakai tangan kiri sementara rem tangan ada di sebelah kanan. Pikiran aku udah dekat dengan banyangan kami jatuh ke kiri atau ke kanan dan terimpit motor hingga tangan kanan ku bisa menggapai rem yaneg berujung kelegaan, tas jatuh terembab, kakak turun dari motor sambil mukul bahu aku yang berujung kami berdua tertawa terbahak-bahak karena ketakutan dan telah lepas dari kemalangan yang memalukan. Meskipun jalanan tak ramai, tetap ada beberapa penonton tak jauh dari kami yang keheranan. Well, aku hanya bisa menahan malu. Si kakak maksa segera pulang, tapi tangan aku masih begetar belum sanggup membawa lagi tu motor. Sepanjang jalan pulang kami hanya bisa menertawakan kebodohan tangan aku yang melepaskan dirinya dari tugasnya mengegas motor haha..
Setelah pulang, si kakak pergi dan aku maksa si adik buat nyari #sunset. Karena aku harus tetap menemukan #sunset (entah obsesi dari mana ini). Dan aku menanggalkan jeket kulit merah itu dan menggantinya lagi dengan jeket pink. Who cares?
Kali itu, kami pergi dengan mobil dan aku duduk tenang sebagai penumpang. Kami pergi menuju salah satu danau yang dibuat beberapa tahun yang lalu di salah satu perumahan di kota itu. Well, paling tidak aku menemukan #sunset ku kali itu. HEHE ^^

P.S : aku tak tau kenapa aku mau menceritakan ini ._.

Kamis, 16 Oktober 2014

Dua Tahun yang Lalu

Iseng-iseng buka diary lama, nemu tulisan yang ketika aku baca, "wah, keren tulisannya". Hahaha
Padahal tulisan sendiri, jadi pengen share...

"Hujan deras dan mati lampu.
Di sini aku sendirian menghadap lentera putih yang bersinar terang, menggoreskan tinta merah dihelaian kertas. Tubuhku di sini, jiwaku tak di sini. Aku kembali ke masa dua jam yang lalu, mungkin dua setengah jam yang lalu. Masih sangat jelas gambarannya. Menggunakan kaos hitam dengan kemeja putih dan jeket jins-nya yang biasa. Ia berdiri di sana, dan aku masih memandanginya dalam diam. Sesekali mata kami bertemu, kali ini ia menggunakan kacamatanya. Mungkin ia benar-benar menyadariku. Entah kebodohan apa yang kulakukan Selasa malam lalu hingga mengiriminya pesan singkat. Bukankah aku terlihat menyedihkan? Tidak! Aku tak mau memikirkannya. Mungkin ia lelah membuat aku tertarik padanya, ia seperti magnet yang terus membuatku mencarinya. Dan entah apa yang telah ia lakukan hingga aku sangat-sangat ingin mengenalnya."

....dan sampai di sini lah aku bisa berbagi kekeke~

Jumat, 25 April 2014

Cry? No! Smile

Do you feel bad? Just smile.
Feels like world curse at you. Dont cry, just smile.
Smile at those laughing face, show that you're fine.
Smile until you get home alone and cry by yourself....

Kamis, 29 Agustus 2013

Hanya...

Jadi siapa aja yang pengen ngulang masa kecilnya?
Mungin ada yg pengen kembali ke tahun-tahun tertentu dan melakukan hal-hal yg dulunya gak pernah dilakuin. Dan mungkin juga pengen kembali dan berharap gak melakukan hal tersebut, karena menyesal.
Yahh,,, tiap orang punya sejarahnya masing-masing.
Karena kita gak bisa kembali maka seharusnya kita mencoba menjadi lebih baik kan? :)