Sabtu, 10 Agustus 2019

Idul Adha 1440 H


Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H.


تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
(Semoga Allah menerima amalan kita semua)

Photo by : @nissaazta
Edit by : @putriazolla

Sabtu, 03 Agustus 2019

Sudah Lama Tidak

Apa kabar tulisan?
Apa kabar ide? 

Akhir-akhir ini terasa bahwa sekedar hobi menulis tak kan selalu berakhir dengan tulisan. Bak kata salah satu penulis di akun media sosial-nya bahwa menulis itu harus dipaksa meskipun satu hari hanya bisa menghasilkan satu paragraf. Dan ternyata tepat sasaran banget.
Salah satu hal yang sia-sia itu ketika aliran cerita mengalir dikepala lalu hilang begitu saja karena tak segera diabadikan dengan tinta-tinta pena.

Minggu, 28 Oktober 2018

Ketika Menulis Terasa Berat

Aku teringat masa kecil ku dulu yang pernah menulis kisah yang mirip banget dengan kisah Si Bawang Putih dan Si Bawang Merah. Ku pikir aku punya bakat menulis tapi setiap mencoba menulis tak pernah selesai, entah itu karena aku bosan dalam prosesnya atau bakat yang ku kira ku miliki itu memang tak pernah ada.

Well, sekarang aku menyadari suatu hal yang lebih penting. Mengenai esensi dari manusia. Pertanyaan seperti, 'untuk apa manusia diciptakan?'. Ku rasa aku pernah tahu sebelumnya tapi tak terlalu mengindahkan makna nya.

"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku."Adz - Dzariyaat : 56

Arti ayat itu cukup jelas mengenai kenapa manusia ada di bumi sehingga jelaslah seharusnya setiap hal yang dilakukan hanya dilakukan untuk beribadah kepada Allah Sang Pencipta. Lalu bagaimana dengan menulis? Ya, termasuk dengan menulis. Aku menyadari bahwa apapun yang ku tulis seharusnya dilakukan hanya untuk beribadah kepada Allah. Aku pun menyadari bahwa setiap yang ku tulis akan dihisab di akhirat kelak, bahkan mungkin hanya sebuah (.) titik yang tidak sengaja ku tinggalkan di kolom komentar. Lalu, bagaimana kau bisa mempertanggung-jawabkan tulisan-tulisan lain yang mungkin tidak di ridhai oleh Allah?

Selain itu, ku jumpai sebuah hadis yang artinya :

"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."(HR. Bukhari)

Aku menyadari bahwa apapun yang ku tulis harusnya yang baik-baik. Aku menyadari dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki hingga tak bisa menentukan apa yang baik dan apa pula yang buruk untuk di tulis. Harapannya dengan tulisan ini kita semua mampu lebih banyak belajar untuk menjadi seorang individu yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang selalu memohon taubat. Aamiin.

Senin, 30 Januari 2017

Pada Malam dan Angin Ribut

Hai malam.
Aku sedang gundah.
Di saat seperti ini menorehkan kerisauan hati pada secarik kertas seperti melihat laut dari pinggir pantai pada sore hari.

Wahai malam...
Aku sedang memikirkan seorang teman tapi tak mampu sampaikan rasa karena dia memilih pergi.
Tak pula ia memberikan penjelasan untuk meringankan beban hatiku.

Pada angin ribut di luar sana.
Mungkinkah kau mengetahui isi hatiku?
Mungkin pulakah dia menyadari kekhawatiranku?
Bisakah kau sampaikan kerisauan ku padanya?
Meskipun aku tak kan pernah menerima jawaban.

Jumat, 06 Januari 2017

Khayalan

Gadis itu membayangkan sebuah kehidupan yang baru. Kehidupan yang terasa manis dan mendebarkan, penuh asmara dan rindu. Ia melihat dirinya berada di kota yang selalu ia impikan, dengan penuh senyum di wajah ia bercerita pada sahabatnya. Mengandaikan bahwa itu hanya rahasia kecil antar sepasang kekasih dan antar keluarga. Tapi kemudian ia mengubah bayangannya, kisah itu tidak boleh dalam bentuk rahasia karena akan tidak menyenangkan. Ia menceritakan kehidupan barunya dengan penuh semangat. Bagaimana rasa yang ia kira akan berlalu menjadi cinta yang ia dambakan dan bagaimana ia berbahagia oleh cinta itu. Ia pun menceritakan betapa cinta itu telah menyebabkan rindu yang berkepanjangan karena harus terpisah oleh jarak. Namun layaknya suatu kisah, tak pernah benar-benar ada kebahagiaan abadi. Ketika fakta itu menghantamnya, ia memutuskan untuk menghentikan khayalannya.

Selasa, 03 Januari 2017

Aku senang

Aku senang...
Ketika melihat langit biru
Ketika membalik-balik halaman buku
Dan juga ketika mambaca pesan-pesan penuh rindu.
Tak masalah dengan suara deru mobil yang memekakkan telinga atau dengan debu jalanan yang menyesakkan dada.
Aku senang ketika hanyut dalam gemerisik suara angin menerpa pohon, ketika suara-suara menyentuh jiwa, dan ketika dia menanggapi ceritaku penuh canda.
Tak masalah bila hari ini hujan tak turun.
Tak masalah bila aku harus menunggu.
Dan juga tak masalah meskipun kantuk menyerangku.
Karena aku sedang senang..

Sabtu, 24 Desember 2016

Terasa Asing

Pernahkah kau merasa merasa asing di tempat yang kau anggap sangat akrab denganmu?
Di tempat yang penuh dengan kenangan dan masih menyisakan rindu.
Di tempat yang sama tapi entah mengapa terasa sendu.
Di sini, aku merasakannya.
Masih di tempat yang sama tapi tampak berbeda.
Baik warnanya, pohonnya, bahkan orang-orangnya.
Seolah-olah hanya aku yang mengenal mereka dan mereka melanjutkan hidup seperti tak pernah mengenalku. Benarkah begitu?
Tapi mungkin ada hal lain.
Mungkin aku yang terlalu sensitif.
Mungkin...