Senin, 22 Agustus 2022

Sebuah Mimpi

Topik kali ini akan membahas tentang apakah posisi mu sekarang adalah posisi yang kau impikan 5 tahun yang lalu? Atau 10 tahun yang lalu.

Kemudian, pertanyaan tentang apakah ini kehidupan yang patut ku jalani? Seolah-olah ada jawaban benar atau salah dari pertanyaan tersebut.

Kita berharap semoga Sang Pemilik Langit dapat menunjukkan dengan gamblang apa yang terbaik untuk kita. Padahal kehidupan tidak seperti itu. Banyak hal-hal yang tidak terlihat mata. Bahkan mungkin satu dekade kemudian baru terjawab apa hikmah dari hal-hal yang telah menimpa kita sebelumnya.

Pernahkah kau bersyukur atas apa yang kau miliki saat ini?

Lalu pernah kah kau berada di fase ketika, 'oh ternyata yang ku inginkan tidak semenyenangkan yang ku fikir kala itu.'

Well, aku berada di puncak itu.

Kata-kata yang selalu ku ulang pada teman-temanku lebih dari 10 tahun yang lalu telah dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana. Namun sayangnya aku yang sekarang tidak memiliki semangat yang sama dengan diriku pada fase remaja akhir saat itu. Aku yang sekarang sedang terseok-seok dengan harapan yang ku tanamkan kala aku tumbuh dan ingin bersinar.

Lalu, muncul pertanyaan. Bagaimana jika ku lepaskan semua ini dan menjalankan kehidupan yang lebih damai? Apakah ada jawaban dari pertanyaan ini? Apakah boleh aku melepaskan apa yang sebenarnya diinginkan banyak orang? Lagi-lagi tak ada jawaban yang benar.

Berkali-kali dalam hidup aku mempelajari bahwa aku harus berhati-hati terhadap apa yang ku inginkan. Dan sekarang aku mempertanyakan apakah yang ku inginkan saat ini adalah jalan yang benar untuk ditempuh?

Senin, 27 Juni 2022

Why am I living like this?

 Kenapa aku hidup seperti ini?

Pertanyaan yang akhir-akhir muncul setiap malam, setiap pagi.

Seolah-olah aku gak punya kontrol atas kehidupan yang ku jalani.


Hal ini tidak semerta-merta membuatku tak tahu arti hidup atau kenapa aku dilahirkan.

Tapi mempertanyakan pilihan yang ku buat setiap pagi.

Ke mana aku harus melangkah.

Pakaian apa yang ku kenakan.

Perasaan ku pagi ini.

Apa yang ku konsumsi.

Siapa yang ku jadikan teman.

Dan bagaimana aku akan mengakhirkan hari.

Lagi-lagi semuanya serasa tak berarti.




Senin, 20 Desember 2021

Kehilangan

​Ketika kehidupan makin berat. 

Di sini aku kembali. 

Berbagi pada dunia yang tak mengenalku. 

Dunia yang tak ku lihat secara langsung. 

Dunia dibalik layar. 


Pernah ku baca satu kutipan. 

“Kau tak akan pernah benar-benar mengerti arti kehilangan sampai kau mengalaminya.”

Dan kini kutipan itu terus-terusan terngiang di kepalaku. 

Menjadi pengingat bahwa yang pergi tak akan kembali. 

Bahwa aku dipaksa untuk berdamai dengan keaadaanku. 

Dipaksa untuk menerima apa yang menimpaku. 

Meskipun hati ku ingin meronta protes pada keadaan. 

Tapi Allah lebih tau. 

Dan apa lah aku di muka bumi ini. 

Selasa, 01 September 2020

Kurang Bersyukur

Faktanya, kita cenderung lupa bahwa rezeki itu tidak hanya dalam bentuk uang. Bukan berarti aku men-generalisasi-kan bahwa semua orang merupakannya. Tapi aku yakin bahwa kebanyakan kita begitu, termasuk diriku sendiri. Sering kali hal ini perlu diingatkan, entah itu dalam bentuk teguran dari postingan akun-akun dakwah di instagram atau dari vidio-vidio ceramah yang kita temukan di youtube. 

Tak ayal pula, kita lebih mudah mengucapkan 'Alhamdulillah' ketika mendapatkan rezeki dalam bentuk uang. Namun kita jarang mengucapkan kalimat yang mulia itu untuk hal lain. Dan kita pun lupa untuk bersyukur karena tak semua orang yang mendapatkan uang akan mengucapkan 'Alhamdulillah'.

Bagiku butuh waktu dua tahun untuk mensyukuri satu nikmat yang telah Allah berikan bagiku. Prosesku hingga mengenal manhaj salaf jelas bukan kebetulan belaka. Sungguh semua telah Allah takdirkan termasuk atas orang-orang yang hadir dalam hidupku selama perjalanan hijrahku ini. Apa yang ku pikirkan sekarang jelas tak ku rasakan dua tahun yang lalu. Seolah-olah semua itu adalah proses yang wajar.

We shouldn't take for granted people around us. Mereka hadir dalam hidup kita adalah anugrah yang Allah berikan. Someone said it could be a lesson or a blessing. So, aku menyadari bahwa ternyata aku sampai ke jalan ini bukan karena kemampuan ku sendiri. Tapi karena Allah kirimkan orang-orang yang mengarahkan aku ke jalan ini. Sungguh rasa haru merasuk jiwa ketika perasaan itu sampai ke dada. Teman-teman yang patut ku jaga, teman-teman yang harus ku perjuangkan hingga bisa bertemu kembali di surga-Nya.

Mulai dari sini, aku harus belajar untuk mensyukuri hal-hal lain yang lebih berharga daripada sekedar uang. Hal-hal yang mungkin kita anggap biasa. Dengan memahami hal ini ku sadari aku harus memandang dunia dengan cara yang berbeda, dengan persepsi baru yang bisa membuatku mensyukuri banyak hal. 

Kamis, 06 Agustus 2020

Selasa, 28 Juli 2020

Set Your Priority

Hidup ini gak melulu main-main.
Gak serba haha-hihi.
Bukan bercandaan.
Bukan pula sekedar mimpi gak berarti.

Tak perlu khawatirkan apa-apa yang sudah ditetapkan oleh-Nya.
Bukankah surga itu yang paling utama untuk digapai?
Tak kan kau capai kecuali dengan rahmat-Nya.

Lalu pertanyaanya,
Seberapa besar kau ingin surga itu menjadi masa depanmu?


Jumat, 16 Agustus 2019

Untukmu yang Lagi Sedih

"Karenanya seorang di atas muka bumi ini harus sadar bahwasanya dia diciptakan untuk diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka semua orang diuji. Tidak ada seorang pun yang tidak diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Dan kita tahu semua orang pernah bersedih atau sebagian mereka sedang bersedih. Tidak ada yang pernah luput dari kesedihan, dengan ujian yang macam-macam.
Ada orang yang diuji dengan harta : ekonomi yang sulit, dengan hutang / dililit hutang.
Ada orang yang diuji dengan badannya : cacat atau sakit-sakitan atau tubuh yang tidak sempurna.
Kemudian juga ada yang wanita diberi kesedihan karena bertahun-tahun sudah menikah tidak memiliki anak. Sementara wanita yang lain juga sedih memiliki anak yang banyak tapi selalu menyusahkan dia (nakal), merepotkan dia.
Sebagian wanita terus menangis, sudah mencapai usia tua tidak mendapatkan suami, sementara banyak wanita yang menangis mendapati suami yang selalu menyesakkan hatinya, selalu memukulnya, selalu menyedihkannya.
Demikianlah namanya ujian beraneka ragam menimpa satu dengan lainnya.

Tonton kajian lengkapnya.